Selasa, 09 Desember 2014

Jambi GOES to SENAYAN



Halo teman-temanku yang baik hatinya hari ini kita berjumpa lagi di blog tanyachristian meskipun sampai sekarang ga ada yang pernah komentar atau bertanya tentang entri blog ini . Yah gapapa resiko blogger.

Kali ini kita akan membahas seputar analisa persaingan di jalan asia afrika Senayan, Jakarta Pusat dimana sepanjang jalan ini terdapat 5 mall besar namun kita akan berfokus pada analisa strategi bersaing dari mall senayan city yang saya kunjungi bersama teman-teman Jambi saya pada hari minggu, 7 November kemarin.
Baru memasuki area jalan asia afrika ,kami sudah mengambil foto sebagai bukti bahwa kami telah mengeksplorasi senayan city :) yang bisa kalian lihat pada gambar di samping
Setelah puas berfoto ria, kami memasuki area mall senayan city yang sudah dipenuhi oleh MODE atau motor gede yang tentunya sangat berkilau, keren, dan sangat mahal.
Oke… itu foto sebelum memasuki area dalam senayan city. Kita langsung saja ya membahas apa aja SWOT ( strength, weakness, objective, targets ) dari senayan city dibanding pesaing-pesaingnya di jalan asia afrika.

dibelakang saya adalah mal-mal pesaing dari senayan city yang berlokasi di jalan asia afrika.
Bisa dilihat kan betapa kuatnya persaingan dan ramainya jalan ini



















1.   Strength
·        Senayan City merupakan salah satu mal yang sanggup memetik sukses di tengah gempuran mal-mal premium pendatang baru. Meskipun sebenarnya Senayan City berada di wilayah Jakarta Pusat, namun lebih dekat dengan kawasan Jakarta Selatan, yang dianggap memiliki tipe konsumen high-spender. Terutama, untuk hal berbau gaya hidup, seperti fashion dan food
·        Konsep mix-used development yang diterapkan senayaan city  mampu memberi kontribusi pengunjung dari kantor dan apartemen ke mal Senayan City serta menjadi destinasi masyarakat kelas menengah atas dengan kisaran usia yang cukup lebar, dari muda hingga dewasa
·        Senayan City menghadirkan beragam tenant untuk memenuhi kebutuhan market-nya—antara lain Department Store Debenhams, branded outlet seperti Lacoste, Mango, Zara, Adidas, Calvin Klein, dan 300 tenant lainnya. Pemilihan tenant sebagai mitra disesuaikan dengan konsep mal dan target market-nya.
·        Senayan city juga menerapkan aneka promosi yang unik, seperti program “Senayan City Midnight Shopping,” yaitu program sensasi belanja malam hari yang memberikan aneka penawaran istimewa seperti potongan harga hingga 70%.

2.     Weakness
·         Biaya periklanan dan promosi yang cukup tinggi
·         Pemasaran ditujukan pada masyarakat menengah ke atas sehingga membatasi ruang gerak. Ditambah lagi di sekitar senayan city banyak minimarket kecil yang membidik pas konsumen kelas menengah hingga bawah.
·         Konsep Mall mirip dengan Central Park di Jakarta Barat sehingga tidak memberikan kesan baru bagi pengunjung baru yang datang. Plaza Senayan yang bersebrangan dengan senayan city menghadirkan konsep glamour yang menarik pengunjung.
3.     Opportunities
·         Senayan city yang menghadirkan berbagai pilihan tenant khususnya fashion dan food merupakan 2 segmen bisnis yang tidak pernah “mati” perkembangannya
·         Jumlah penduduk meningkat berarti meningkatnya permintaan
·         Era globalisasi sehingga masyarakat cenderung mengikuti zaman sehingga konsep mal premium semakin digemari

4.     Threat
·      Pusat perbelanjaan baru dengan konsep yang unik dan berbeda serta dibentuk atas kerjasama Internasional
·      Peraturan yang berbelit-belit menyebabkan sulitnya investasi luar negeri
·      Lokasinya di jalan Asia Afrika yang membuat Senayan City harus berkompetisi dengan 4 mal besar lainnya salah satunya plaza senayan
·      Maraknya bisnis online sehingga menurunkan minat masyarakat untuk mengunjungi mall
 Sekian yahh informasi seputar analisa persaingan di jalan asia afrika , Senayan, Jakarta Pusat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar